Smartfren Car Free Day – Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur
Jalan Kolonel Soegiono dan jalan Basuki Rahmat di pinggiran Banjir Kanal Timur – Jakarta timur mulai dari perempatan Mc Donald’s sampai Fly Over Pondok Bambu yang sehari-harinya hiruk pikuk tanpa henti oleh kendaraan bermotor baik roda dua, roda tiga maupun roda empat mendadak lenggang dan sunyi dari kebisingan dan bau asap kendaraan bermotor, serta merta warga sekitar baik yang berjalan kaki maupun bersepeda tumpah ruah ke ruas jalan sepanjang 3,8 km ini.
Itu terjadi pada hari Minggu 5 Pebruari 2012 mulai jam 6 pagi sampai jam 12 siang, warga bersuka cita menyambut udara pagi yang lebih segar dari biasanya karena hari itu diadakan “Car Free Day” atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Jakarta Timur dan didukung oleh Smartfren, penyedia layanan telekomunikasi berbasis teknologi handal EV-DO di Indonesia.
Smartfren yang di support oleh Designkami sebagai Event Organizer berkomitmen untuk mendukung gaya hidup sehat di lingkungan yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hari Bebas Kendaraan Bermotor yang bertema:
”Bersih Udaraku – Biru Langitku, Kian Bersih Udaraku – Kian Dicinta Jakartaku”
Dibuka oleh Walikota Jakarta Timur Bpk Drs. H. Murdhani MH yang berpawai sepeda bersama staff dan ratusan warga lainnya juga memberikan sambutan di panggung Smartfren, beliau menghimbau kepada warga Jakarta untuk memelihara kebersihan dilingkungannya masing-masing dan tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai karena yang akan merasakan akibatnya adalah warga sendiri jika terjadi banjir, beliau juga sempat membagi-bagikan Door Prize berupa souvenir dan hadiah lainnya dari smartfren kepada warga yang hadir.
Car Free Day yang untuk pertama kalinya diadakan di lokasi ini juga dimeriahkan oleh panggung hiburan Band Top 40, Lomba Mewarnai Mr Kwik yang merupakan mascot smartfren, Aerobic, Door Prize, Lomba Joget, Sepeda santai, Stand sembako murah Sinar Mas, dan juga penjualan produk-produk promo smartfren.
Event ini berjalan dengan sukses dan lancar dilihat dari besarnya animo warga yang datang dan ikut berpartisipasi, event ini terwujud berkat kerjasama yang baik antara Pemda Jakarta Timur, Smartfren dan Designkami.
Sampai jumpa di event Car Free Day berikutnya.
‘Berubah’ itu menakutkan
Suatu kali Designkami pernah di telepon oleh staff marketing suatu perusahaan provider besar Indonesia yang berwarna biru. “Tolong dong, kita mau pameran produk konten 3G. Saya pribadi kepinginnya bisa tampil baru, freshlook, modern,hi-tech, lepas dari apa yang pernah kita kerjakan sebelumnya. Kalau ada design kan nanti saya lebih enak membujuk management”. Begitu bunyi telepon dari si-Mbak marketing.
Terlihat ‘berbeda’ di pameran/event kadang bisa menakutkan bagi beberapa perusahaan di industri conservative, seperti bank, insurance atau konstruksi/engineering. Pilihan untuk ‘melarut’ dan kompromi biasanya lebih bisa diterima oleh semua pihak sebagai philosophy populer. Lantas apa yang bisa dilakukan oleh si-Mbak Marketing tadi untuk bisa membujuk ‘upper-management’ mencoba sesuatu yang baru supaya booth-nya bisa menarik perhatian?
1. Dekati salah satu ‘petinggi management’ yang dianggap openminded. Sukur sukur kalau beliau juga ramah. Targetkan satu petinggi saja, semakin banyak semakin repot hehehe… Menangkan hatinya dengan ide baru anda yang segar itu. Terus mintalah beliau untuk juga membujuk grup ‘papan-atas’ lainnya.
2. Ambil sebuah langkah bayi. Mintalah untuk diberi keleluasaan berexperiment dengan event yang kecil dulu. Pilihlah event yang kecil dan yang kurang penting. Dokumentasikan kesuksesan dan kemajuan event itu dengan tolok ukur yang telah saya berikan diposting sebelumnya. Jadikan dokumentasi anda itu sebagai amunisi untuk ‘menodong’ management.
3. Jangan terapkan konsep lama yang membosankan. Buatlah konsep baru. Begitu juga ketika anda mempresentasikan dokumentasi event, jangan memulai dengan perbandingan. Apalagi dengan kata pembuka, “Ini yang biasanya kita lakukan, dan ini yang baru”. Jangan. Lebih baik lakukan dengan sesuatu yang baru, “Ini yang kita lakukan!” secara bersemangat. Akan lebih afdol kalau seandainya yang baru itu memiliki 2 pilihan. Dan keduanya adalah tetap sesuatu yang baru! haha..!
4. Turun ke bawah. Mintalah salah satu executive untuk bisa meluangkan waktunya melihat jalannya pameran/event baru yang anda kerjakan itu. Biarkan beliau mendapatkan perspektifnya sendiri. Seeing is believing, bukan?
Designkami juga pernah mendapat ‘order’ membuat design re-branding Bank International Indonesia – wealth management. Konsep dan philosophy nya sendiri sudah dibuat oleh biro iklan yang menangani. Jadi Designkami cuman kebagian meng-create ambiance ballroom hotel dan panggungnya. Ini dia disainnya:
Lantas bagaimana dengan cerita tentang si-Mbak Marketing di awal cerita tadi? Tidak berhasil. Si-Mbak tersebut tidak berhasil menjalankan misinya. Entah dimana letak gagalnya. Ternyata ‘berubah’ itu cukup menakutkan ya?….
Valentine Day: Jazz Express Your Love
Tidak terasa perayaan valentine hanya tinggal beberapa hari saja. Saya jadi teringat ketika di tahun 2008 lalu, DesainKami mendapat order untuk merancang design sebuah event; yaitu ‘Jazz Express Your Love’ di hari valentine. Sebuah kerja yang cukup melelahkan, akan tetapi terbayar dengan hasil olah design yang memuaskan. Impas-lah capeknya.
Event ini diadakan sebagai apresiasi terhadap pengguna mobil Jazz, sekaligus me-launching variant anyar mobil Jazz berwarna Pink. Message yang ingin disampaikan adalah: “hadiah valentine kepada orang tersayang juga bisa berupa mobil”. Wow… Itu kalau anda mampu, tentunya. Haha..!
Gaya retro yang ditampilkan dengan penggunaan elemen sulur-sulur pada graphic-nya, adalah mandatory dari pihak Principal Honda, agar sesuai dengan thema iklan yang sebulan sebelumnya telah gencar dipasang di berbagai media. Pinky and Girly, lah.
Main Atrium Taman Anggrek Mall Jakarta disulap menjadi sebuah taman. Lengkap dengan gazebo, tanaman perdu putih-pink-merah, juga patung-patung cupid memanah pasangan-pasangan kasmaran pemilik Honda Jazz yang sengaja diundang oleh Honda untuk menikmati acara ini. Sebagai surprise-nya, di panggung utama ada setumpuk ‘gunungan’ kado. Itu adalah mobil Jazz Pink yang disembunyikan. Pada saat prosesi unveilling, dengan mesin hydrolic yang tersembunyi dibawah panggung maka mobil Jazz tersebut didorong keluar. Seolah-olah muncul dari ‘gunungan’ kado-kado.
Sujiwo Tejo ‘mendalangi’ masuknya RBS Bank ke Indonesia
Apa yang terjadi ketika dua budaya yang sama2 besar dan kuat ingin melebur? Ada banyak kemungkinan dan skenario, tentunya. Pilihan harus dijatuhkan kepada skenario terbaik tanpa mengalahkan salah satu pihak. Itulah yang terjadi ketika The Royal Bank of Scotland (RBS) akan melakukan Grand Launching dan Rebranding di Indonesia. Event ini dilakukan setahun setelah RBS Bank milik pemerintah Inggris mengakuisisi ABN Amro bank secara global. RBS Bank sebagai sebuah institusi keuangan yang kuat di 50 negara dan memiliki sejarah panjang selama 180 tahun akan melebur ke dalam budaya Indonesia. Dalam arti, akan berkomitmen melayani nasabah Indonesia.
DesignKAMI pada tgl 18 november 2008 lalu, membantu rekan-rekan dari BiruApi Event and Communication mempersiapkan acara Grand Launching Rebranding RBS Bank yang diberi nama “RBS Blue Day”.
Setelah berkutat selama 2 bulan mempersiapkan segala skenario konsep, maka atas saran DisainKAMI diambilah jalan tengah untuk ‘meleburkan’ dua budaya, yaitu (budaya) Corporate Image RBS Bank yang kuat-tegas dengan budaya Indonesia yang harus tampil diatas panggung launching. Kompromi itu dilakukan dengan mendaulat Sudjiwo Tedjo sebagai ‘Dalang’ pembuka acara. Impressive dan pasti bisa Grabbing Attention 800 undangan di malam acara launching; itulah yang terbayang dibenak saya ketika melontarkan ide tersebut. Dan bagaimana hasilnya? Luar biasa! Anda bisa baca komentar dari beberapa petinggi RBS Bank diakhir tulisan saya ini.
Terimakasih kepada teman-teman dari BiruApi yang telah sukses mengemas dan mengkoordinir acara Blue Day ini. You are all the best, guys!
Inilah komentar dari beberapa petinggi RBS akan kesuksesan acara malam itu:
“I personally wrote this on behalf of myself and the management team to thank each one of you for your significant contributions that each of you has done to make the Blue Day for Indonesia very successful and remarkable. These events are not only being the hot topic of the country, but also in the region. I and the management team still received notes from regional senior mangement and integration team thanking the Indonesia team for such a wonderful and overwhelming Blue Day events. Below are some notes that we received for sharing with you”
Thanks and regards,
Sonny Samuel
Interim CE
Muhammad Aurangzeb (Head of GBM South East Asia and Pakistan and Country Head of RBS Singapore):
“… Massive logistic coordination. Grand and high impact !! We should have thought something similar….”
Jim Brown (CEO Retail and Commercial Asia):
“.. I have attended Blue Day in many other countries, but looking at what happened in the client event last night, it is the most successful Blue Day I have ever attended…”
Paul Chen (Business Manager to John McCormick – Head of GBM Asia Pacific):
“… The rebraning was amazing! I can’t begin to imagine the hard work that went behind it by everyone. From the client event being immaculately well-planned & posh, … – all of these only serve to show the creativity, the focus, the attention to detail, the ability to execute skills that team Indonesia possess. I wish all countries can be like that …”
Geraldine Kennedy (Head of Asia Rebranding):
“Congratulations on a job very well done, I think the team truly surpassed themselves and you have set the bar for the rest of the Blue Days! Thank you for your commitment and energy, the support and efforts from the Indonesia team has been exceptional. We couldn’t have asked for a better introduction of RBS to the Indonesia market!”
Lindsay Mills (Regional Rebranding Project Manager):
“I just wanted to take this opportunity to say what a pleasure it has been to be on this rebranding journey with you. My role of tracking, co-ordinating, chasing and approving hundreds of items has been made so much easier by your endless enthusiasm.”
Fiona Gibson (Asia Rebranding & Communications Integration Programme):
“Everyone here (read: in the region) is still raving about the Indonesian rebrand. It was perfect.”


























